EDF dan DKP Provinsi Gelar Lokakarya untuk Menilai Kerentanan Perikanan Pesisir Timur Lampung terhadap Perubahan Iklim

 

Bandar Lampung, 9-12 Februari 2026 — DKP Provinsi Lampung bersama EDF menggelar Lokakarya Penilaian Kerentanan Perikanan pesisir Timur Lampung terhadap Perubahan Iklim. Lokakarya ini dilakukan untuk meninjau hasil studi awal yang telah dilakukan: proses penilaian faktor paparan, sensitivitas perikanan dan masyarakat terhadap perubahan iklim, serta eksplorasi informasi terkait implikasi sosial dan ekonomi dari dampak perubahan iklim dan strategi untuk meningkatkan ketahanan (resilience) perikanan. 

Pada hari pertama dan kedua, diskusi dilakukan bersama para akademisi dan DKP Provinsi Lampung dan pada  hari ketiga dan keempat melibatkan perwakilan nelayan dan perempuan nelayan dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang. Rangkaian pertemuan ini turut melibatkan Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Partisipasi pemangku kepentingan ini menjadi bagian penting untuk menghimpun masukan dan memastikan bahwa analisis yang dikembangkan selaras dengan kondisi dan kebutuhan di tingkat lokal.

  

Melalui proses dialog yang inklusif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya analisis yang ada serta mendukung perumusan kebijakan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim, serta berdampak positif untuk kesejahteraan masyarakat pesisir Timur Lampung. 

  

Kegiatan ini adalah bagian dari program yang didukung oleh Blue Action Fund.